Kurang Pengalaman, Liverpool Mungkin Harus Relakan Man City Juara Lagi

LIHATBOLA – Mantan pemain Manchester United, Gary Neville meyakin Manchester City akan mengalahkan Liverpool dalam perburuan gelar juara Premier League musim ini. Dia percaya skuat Man City yang sekarang jauh lebih berpengalaman daripada tim The Reds Perihal menjadi juara.

 

Betapa tidak, Man City bersaing dengan status sebagai juara bertahan, dan Liverpool bersaing sebagai penantang. Artinya, perihal mental, skuat Man City jauh lebih siap. Mereka sudah pernah melewati persaingan ketat.

 

Perkataan Neville berdasarkan data. Pelatih Man City, Pep Guardiola adalah soerang jawara beruntun, dan dia mampu mengandalkan pemain-pemain senior seperti Sergio Aguero dan Vincent Kompany yang mampu mengangkat mentalitas tim dalam persaingan ketat.

 

Di sisi lain, Liverpool tak punya pemain dengan pengalaman juara. Jurgen Klopp memang pernah menjadi juara, tapi bukan di Premier League. Pula, mungkin hanya James Milner yang bisa diminta membagikan pengalamannya dalam merebut gelar juara.

 

Tekanan Psikologis

Neville membagikan pengalamannya bersama MU. Kala itu, saat MU berusaha mengejar gelar juara pertama kalinya, dia jujur berkata semua pemain MU sebenarnya tidak siap. Adalah pemain-pemain senior yang mampu memikul beban tim.

 

“Meraih gelar juara jelas perihal performa, tapi sisi mentalitas juga penting. Gelar pertama kami di MU tak pernah saya nantikan, saya kesulitan mengatasinya, juga banyak pemain muda lainnya. Kami diseret melewati kemampuan kami oleh Eric Cantona, Peter Schmeichel, Roy Keane, karakter yang memiliki pengalaman dan tahu apa yang perlu diperbuat,” tegas Neville di Sky Sports.

 

“Tim Man City yang sekarang sudah tahu bagaimana caranya, juga Pep Guardiola. Jurgen Klopp memang sudah pernah menjuarai liga, tapi bukan di negara ini. Apa yang diperbuat Man City pekan ini [menang 6-0 atas Chelsea] memberikan tekanan psikologis.”

 

Perbedaan

 

Lebih lanjut, Neville percaya kekalahan Liverpool dan kekalahan Man City dianggap sebagai dua hal yang berbeda. Ketika Liverpool kalah, mereka tertekan. Ketika Man Cty yang kalah, mereka dinilai terlalu berpuas diri dan tidak bisa bangkit untuk mempertahankan gelar juara.

 

“Liverpool harus siap setiap kali mereka kehilangan poin, sebab mereka akan dinilai berada dalam tekanan. Ketika Pep Guardiola dan Man City kehilangan poin, orang-orang akan menganggapnya sebagai konsekuensi dari rasa puas diri.”

 

“Pertanyaan dan keraguan tidak akan berubah. Mereka [Liverpool] harus menghadapi itu, dan ketika keraguan itu tiba, jangan merespons. Itulah sulitnya mencoba meraih gelar juara di musim pertama,” tutup dia.

 

 

tag :

Berita Terkait